H A L U A N S i s w a | Bersahsiah, Dekat Bererti

Monday, November 14, 2011

0

Kem Minda Kreatif Kembali!

  • Monday, November 14, 2011
  • BroHamzah

  • Buat adik-adik tingkatan Satu sehingga Empat. Ini peluangnya.
    Ayuh sama-sama kita "kreatif"kan diri kita.

    ‎[Kem Minda Kreatif (KMK) | Kelab RemajaHALUAN Kelantan]

    Tarikh: Sabtu-Isnin, 26-28 November 2011
    Yuran: RM 70.00 sahaja
    Tempat: Sri Aur Village, Kg. Aur Telong, Bachok, Kel.
    Peserta: 12-18 thn

    Untuk sebarang pertanyaan, sila hubungi:
    Ustaz Adnan: +6012 960 3997
    Cg. Mahmud: +019 983 8748
    En. Rabbani: +6019 750 7710
    Read more...

    Saturday, August 6, 2011

    0

    Kefahaman Al Quran Melahirkan "Total Action"

  • Saturday, August 6, 2011
  • aburidhwan
  • Tatkala kita melayari bahtera Ramadhan, Al Quran akan menjadi “menu” utama kepada umat Islam untuk menatap dan membacanya berbanding dari bulan-bulan yang lain. Menelaah Al Quran bererti kita sedang menyuluh kehidupan kita kepada petunjuk yang sahih dan benar. Firman Allah SWT yang bermaksud:

    “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah:185)

    Tidak ada kitab yang memiliki pengaruh yang besar, baik isi mahupun bacaannya kepada kehidupan manusia selain Al Quran. Sepanjang sejarah Islam, tidak pernah surut manusia mempelajari, mengamalkan dan memperjuangkan isi Al Quran. Inilah kitab penyelamat, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

    “Memuatkan cerita orang-orang sebelum kamu dan mengkhabarkan orang-orang sesudah kamu. Ia merupakan hukum di antara kamu. Pemimpin yang meninggalkannya akan dihancurkan Allah, siapa yang mengambil petunjuk selainnya, akan Dia sesatkan. Ia merupakan tali yang amat kuat, peringatan Al-Hakim, dan jalan yang lurus. Dengannya hawa nafsu tidak akan tergoncang dan lisan tidak akan ceroboh. Ulama tidak akan kenyang memakannya, keajaibannya tidak akan pernah luntur. Siapa berucap dengannya maka akan benar. Siapa mengamalkannya akan mendapat pahala. Siapa yang menggunakan hukumnya bererti adil dan siapa yang mengajak kepadanya, akan ditunjukkan Jalan yang lurus”. (HR Tirmidzi)

    Bercinta Dengan Al Quran…

    Ramadhan adalah bulan imarahnya cinta bersama Al Quran. Rasulullah SAW ada bersabda mengenainya; “Puasa dan Al Quran itu akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalangi-nya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafa‘at untuknya.’ Sedangkan Al-Quran akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dan tidur di malam hari, maka perkenankan aku memberikan syafa’at untuknya. ‘Maka Allah memperkenankan keduanya memberikan syafaat. ” (HR. Imam Ahmad dan Ath Thabrani)

    Persoalannya kini sudah sejauhmana kuasa cinta itu menyerap pada diri kita? Apakah Al Quran yang kita baca telah melahirkan umat yang memiliki Aqidah yang benar, sepertimana yang telah dilahirkan oleh generasi pertama saat memulakan dakwah ini, kuasa dan pengaruh cinta mereka kepada Al Quran amat luarbiasa sehingga menggoncangkan dunia.

    Persoalan inilah yang sering bermain-main di minda saya. Masih terlalu kerdil usaha saya bercinta dengan Al Quran. Teringat akan kata-kata seorang murabbi saya;

    “Al Quran perlu menjadi manhaj hayah (sistem kehidupan) dalam diri kita. Tanpa al Quran bererti kita mengambil sistem yang lain sebagai pacuan kehidupan. Beruntunglah manusia yang mahu dan mampu berinteraksi dengan Al Quran dan rugilah manusia yang mensia-siakan dan meninggalkan Al Quran. Tidak ada dakwah tanpa Al Quran. Dan tidak akan ada keberkatan serta keaslian suatu jamaah atau organisasi dakwah tanpa interaksi mendalam dengan Al Quran”.

    Kata-kata beliau menyebabkan saya berfikir, bercinta dengan Al Quran bermula dengan mem”besar”kan Allah SWT dalam setiap saat kehidupan kita dan dalam setiap aktiviti dan kegiatan harian kita, bukan sekadar di bulan Ramadhan kita cakna dengan Al Quran. Al Quran mencairkan dan melenyapkan nilai-nilai ketuhanan yang lain dan memperakui hanya sanya Allah SWT Rabb dan Illah yang satu. Menjadi hamba Allah di setiap bulan dan tahun yang kita lalui, bukan hanya di bulan Ramadhan. Inilah persoalan besar yang di bawa oleh Al Quran, menyelesaikan persoalan Aqidah, membina nilai keimanan yang total hanya kepada Allah SWT. Mungkinkah saat ini kita dan umat sedang menghadapi krisis keimanan? Krisis aqidah yang tidak bulat kepada Allah SWT.? Krisis cinta kepada Allah SWT.?

    Aqidah Melahirkan Aksi Umat

    Kata Imam Hasan Al Banna, kita akan mendapati bahawa Al-Quranul Karim banyak menjelaskan masalah aqidah dan menarik perhatian kepada apa yang seharusnya tertanam sungguh-sungguh di dalam jiwa seorang mukmin, agar ia mampu mengambil manfaatnya di dunia dan di akhirat. Keyakinan bahawa Allah SWT adalah Yang Maha Esa, Yang Mahakuasa, Yang menyandang seluruh sifat kesempurnaan dan bersih dari seluruh kekurangan. Kemudian keyakinan kepada hari akhirat, agar setiap jiwa dihisab tentang apa sahaja yang telah dikerjakan dan ditinggalkannya. Jika kita menamati ayat-ayat mengenai aqidah dalam Al-Quran, nescaya kita mendapati bahawa keseluruhannya mencapai lebih dari sepertiga Al-Quran. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah,

    “Hai manusia, beribadahlah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian; kerana itu janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kalian mengetahui.” (Al-Baqarah: 21-22)

    Allah SWT juga berfirman dalam surat Al-Mukminun,
    “Katakanlah, Kepunyaan siapa-kah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘Maka apakah kalian tidak ingat?’ Katakanlah, ‘Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘Maka apakah kalian tidak bertaqwa?’ Katakanlah, ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (adzab)-Nya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kalian ditipu?’ Sebenar-nya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.” (Al-Mukminun: 84-90)

    Allah SWT juga berfirman

    “Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak pula mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikannya) maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangan (kebaikannya), maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.” (Al-Mukminun: 101-103)

    Allah SWT juga berfirman,
    “Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat. Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. Dan manusia bertanya, ‘Mengapa bumi (jadi begini)?’ Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Kerana sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Az-Zalzalah: 1-8)

    Allah SWT berfirman lagi,
    “Hari Kiamat. Apakah hari Kiamat itu? Tahukah kalian apakah hari Kiamat itu?” (Al-Qari’ah: 1-3)

    Dalam surat lain Allah berfirman,

    “Bermegah-megahan telah melalaikan kalian. Sampai kalian masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian itu). Dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui.” (At-Takatsur: 1-4)

    Al Quran bicara kepada kita persoalan aqidah, keimanan dan akhirat. Dan dengan persoalan ini telah melahirkan generasi pertama yang disebut sebagai generasi Al Quran yang unik. Aqidah yang satu telah melahirkan generasi yang “bekerja” untuk Islam, untuk dakwah dan untuk memenangkan Islam. Ya! Generasi amilin, pekerja Islam!

    Kekuatan aqidah yang kita harus faham ialah aqidah yang melahirkan tindakan dan aksi dari ummat. Sabda Rasulullah SAW;

    “Bukanlah iman itu dengan berangan-angan, bukan juga dengan perhiasan tetapi ia adalah sesuatu yang menetap di dalam hati dan dibenarkan dengan ‘amal”.

    Evaluasi Realiti Umat

    Mungkinkah “dibenarkan dengan amal” masih tidak power aksinya dari umat Islam? Mari kita jujur merenung sebentar keadaan umat! Apa yang dapat anda rumuskan, situasi umat di Timur Tengah, di Palestin, di Sudan, di Indonesia, di Bosnia, di Iraq, di Selatan Thai dan di bumi tercinta Malaysia.

    Saya memetik kata-kata Al-Ustaz Abu A’la Al-Maududi;

    “Kita semua menamakan diri kita orang-orang Muslim, dan kita yakin Allah melimpahkan rahmatNya kepada orang-orang Muslim. Tetapi marilah kita buka mata kita dan kita lihat apakah rahmat Allah dilimpahkan kepada kita atau tidak. Apa pun yang terjadi di akhirat, itu adalah urusan nanti, tetapi yang penting marilah kita lihat kedudukan kita di dunia ini. Kita kaum Muslimin yang miliki bilangan yang cukup besar di dunia ini. Jumlah kita demikian besar sehingga bila masing-masing kita melemparkan sebuah batu, maka tumpukan batu itu akan menjadi sebuah gunung. Tetapi di negeri yang begitu banyak orang-orang Muslimnya ini, pemerintahan dunia berada di tangan orang-orang kafir. Tengkuk kita berada dalam cengkeraman tangan mereka, dan mereka memutar kepala kita ke arah mana saja yang mereka sukai. Padahal seharusnya kepala kita tidak kita tundukkan di depan siapa pun juga kecuali Allah, tetapi sekarang tertunduk di hadapan manusia-manusia yang sama seperti kita juga. Kehormatan kita yang mestinya tidak boleh dinodai oleh siapa pun juga, sekarang belumuran tanah. Tangan kita yang selama ini selalu di atas sekarang berada di bawah dan menadah di hadapan orang-orang kafir. Kebodohan, kemiskinan dan hutang telah merendahkan darjat kita di mana-mana”.

    Bukankah solusinya kita seharusnya kembali kepada Al Quran? Dan di sepanjang Ramadhan muncul, apakah kita masih tidak menjumpai jalan keluar akan kelesuan umat ini? Sebenarnya Al Quran sudah memberikan jawapannya, namun yang menjadi penghalang besar adalah sikap kita kepada Al Quran dan memberi respon kepada Al Quran tidak sama sebagaimana sikap dan respon para sabahat RA terhadap Al Quran.

    Sikap Umat Pada Al Quran

    Saya memetik kata-kata Al-Ustaz Abu A’la Al-Maududi lagi;

    “Kita adalah satu-satunya umat yang paling beruntung di dunia sekarang ini, kerana kita memiliki Wahyu Allah yang terpelihara dalam keadaan utuh dan dalam bentuknya yang asli, bebas dari kekotoran campur tangan manusia. Setiap kata-kata yang ada di dalamnya masih tetap sama dengan waktu ia diturunkan kepada Rasulullah SAW. Namun umat Islam ini juga adalah orang-orang yang paling malang di dunia ini, kerana, walaupun mereka memiliki Wahyu Allah tetapi mereka tidak dapat memperoleh berkat dan manfaat Wahyu tersebut, yang sebenarnya tidak terhitung banyaknya itu. Al-Quran diturunkan Allah kepada mereka agar mereka membacanya, memahami isinya dan berbuat menurut petunjuknya. Dan dengan pertolongan Kitab ini, mereka disuruh untuk menegakkan pemerintahan di muka bumi Allah ini yang berfungsi sesuai dengan hukum Allah. Al-Quran datang untuk memberikan kepada mereka kebesaran dan kekuasaan. Ia datang untuk menjadikan mereka Wakil Allah yang sejati di bumi ini. Sejarah telah membuktikan bahawa bilamana mereka (umat Islam) berbuat menurut petunjuk-petunjuk yang terkandung dalam Kitab ini, maka Kitab ini akan memperlihatkan kemampuannya untuk menjadikan mereka imam dan pemimpin dunia.

    Tetapi sekarang, kegunaan Al-Quran bagi mereka hanyalah untuk disimpan di rumah untuk mengusir jin-jin dan hantu-hantu. Mereka menuliskan ayat-ayat Al-Quran pada lembaran-lembaran kertas lalu menggantungkannya pada leher mereka, atau mencelupkannya ke dalam air dan kemudian meminum airnya, dan mereka membaca ayat-ayat Al-Quran tersebut tanpa memahami ertinya, namun mereka mengharapkan untuk dapat memperoleh sesuatu berkat daripadanya. Mereka tidak lagi mencari petunjuk daripadanya untuk mengatur masalah-masalah kehidupan mereka. Mereka tidak lagi menjadikan Al-Quran sebagai pertimbangan untuk mengetahui apa yang harus mereka percayai, apa saja yang harus mereka kerjakan, dan bagaimana mereka harus melakukan transaksi-transaksi. Mereka menjauhi Al-Quran dalam menentukan hukum-hukum apa yang harus mereka ikuti dalam mengikat tali persahabatan dan membuat permusuhan, hak-hak apa yang dimiliki sesama manusia atas diri mereka dan juga hak-hak mereka sendiri atas sesama manusia.

    Mereka menjauhi Al-Quran dalam dipatuhi perintahnya dan siapa pula yang harus ditentang perintahnya, dengan siapa mereka harus memelihara hubungan dan dengan siapa tidak, siapa teman mereka dan siapa musuh mereka, di mana letak kehormatan, kesejahteraan dan keberuntungan mereka, dan di mana letak kehinaan, kegagalan dan kerugian mereka?

    Kaum Muslimin tidak lagi memeriksa masalah-masalah ini dengan Al-Quran. Mereka sekarang meminta petunjuk tentang masalah-masalah tersebut kepada orang-orang kafir, orang-orang musyrik, orang-orang yang sesat dan hanya mementingkan diri sendiri, kepada suara-suara iblis yang ada dalam diri mereka sendiri, dan mereka mengikuti apa saja yang dikatakan oleh unsur-unsur tersebut. Kerana itu mereka ditimpa bencana, yang pasti akan datang, menimpa siapa saja yang melupakan Allah dan yang mengikuti petunjuk selain dari petunjuk-Nya.”

    Kuasa Al Quran

    Kata Al Maududi lagi, Al-Quran mampu memberikan kepada anda manfaat apa pun yang anda inginkan dan sebanyak apa pun yang anda mahu. Kalau dari al-Quran, yang anda cari hanya manfaat yang kecil dan remeh, seperti untuk mengusir jin dan hantu-hantu, ubat untuk orang sakit batuk dan demam, kemenangan dalam pengadilan dan berjaya dalam mencari kerja, maka yang anda peroleh, memang, hanya hal-hal kecil itu saja. Bila yang anda cari hanya kekuasaan di atas dunia dan penguasaan terhadap alam semesta, maka anda juga akan memperolehnya. Dan kalau anda menginginkan untuk mencapai puncak kebesaran rohani, Al-Quran juga akan membawa anda ke sana. Ini hanyalah soal kemampuan anda untuk mengambil manfaat daripadanya. Al-Quran adalah bagaikan lautan: anda hanya mengambil dua titis air daripadanya, padahal, sebenarnya ia mampu memberikan air sebanyak lautan itu sendiri.

    Subhanallah, apa perasaan anda sekarang? Tariklah nafas kita dalam-dalam. Ternyata kerja kita masih banyak untuk berterusan mentadabbur Al Quran dengan teguh dan benar. Dengan Al Quran kita perbetulkan salah faham umat. Harapan masih ada. Ternyata kita masih boleh bangkit dengan kekuatan sebenar tatkala cinta kita kepada Al Quran adalah cinta yang asli dan jujur. Cinta yang akan menemukan kita dengan formula kebangkitan umat. Rasulullah SAW dan para sahabat telah mencontohkan kepada kita. Sultan Al Fateh, Tariq Bin Ziad dan Salehuddin Al Ayubi pernah menemuinya, maka kini tiba giliran kita, para pemuda generasi baru. Binalah cinta suci terhadap Al Quran. Berilah sepenuhnya cinta kita kepada Al Quran kerana tanda kita cinta kepada Allah adalah dengan mencintai Al Quran. Mulakan dengan keaslian aqidah kita yang tetap, benar, diyakini dan dibuktikan dengan “total action”. Ya, iman yang bukan mandul, tetapi iman dan aqidah yang melahirkan “total action”, berprestasi untuk Islam! Cinta yang melahirkan natijah, bukan sekadar cinta romantika palsu!

    Semoga Ramadhan kali ini memberi kita kesempatan untuk akrab dan faham Al Quran dan mendapat manfaat yang besar darinya di dunia dan di akhirat. Amin Ya Rabb.

    © Langitilahi.com

    Read more...

    Wednesday, July 13, 2011

    0

    10 Tips Persiapan Bertemu Ramadhan

  • Wednesday, July 13, 2011
  • BroHamzah



  • 10 Tips Persiapan Bertemu Ramadhan

    Alhamdulillah, beberapa minggu lagi kita akan memasuki bulan yang penuh barakah. Inilah rahmat dan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hambaNya. Kali ini sama-sama kita lakukan persiapan dan persediaan untuk menghadapinya. Mudahan kita tergolong dalam golongan yang bersiap siaga untuk menikmati keindahan bulan Ramadhan.

    Langkah 1.

    Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sihat wal afiat. Dengan keadaan sihat, kita dapat melaksanakan ibadah secara maksima di bulan itu, baik puasa, solat, tilawah, dan zikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahawa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rejab selalu berdoa,
    ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.”

    Ertinya, “ Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rejab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.” (Riwayat. Ahmad dan Tabrani)

    Para salafus-salih selalu memohon kepada Allah agar diberikan kurnia bulan Ramadhan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah,

    ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.”

    Ertinya,

    “Ya Allah, kurniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan redha.

    Langkah 2.

    Bersyukurlah dan puji Allah atas kurnia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata,

    ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.”

    Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam keadaan sihat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

    Langkah 3.

    Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan khabar gembira kepada para sahabat setiap kali datang bulan Ramadan,

    “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu syurga dan menutup pintu-pintu neraka.” (Riwayat Ahmad).
    Salafus-salih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan kerana bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

    Langkah 4.

    Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat. Kerana itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang dapat membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

    Langkah 5.

    Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktiviti-aktiviti kebaikan.

    “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Muhamad (47): 21]

    Langkah 6.

    Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah.

    “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

    Langkah 7.

    Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat.

    “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [An-Nur (24): 31]

    Langkah 8.

    Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tazkiyatun-nafs. Hadiri majlis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan

    Langkah 9.

    Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan: seperti membuat catatan kecil untuk tazkirah tarawih serta selepas solat subuh dan zuhur serta membahagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

    Langkah 10.

    Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nasuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, isteri, anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahim. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

    Read more...

    Saturday, May 14, 2011

    0

    Reaksi 2011 : Pendaftaran Dibuka

  • Saturday, May 14, 2011
  • BroHamzah



  • TANJUNG MALIM, 5 Mei – Kelab Siswa HALUAN Malaysia (HALUANSiswa) akan menganjurkan program Rekreasi HALUANSiswa Nasional (REAKSI 2011) pada 20 hingga 22 Mei 2011 bertempat di Teratak River View, Tanjung Malim, Perak. Program yang terbuka kepada semua mahasiswa (Lelaki) yang berada di Insitut Pengajian Tinggi (IPT) ini merupakan aktiviti outdoor tahunan HALUANSiswa.

    Pengarah Program REAKSI 2011 , Sdr Abu Ubaidah Shahrudin dipetik sebagai berkata, “REAKSI 2011 bertujuan memperkasa dan memperkukuhkan Ukhuwwah di kalangan mahasiswa di samping melatih mahasiswa dengan latihan kepimpinan mahasiswa Islam supaya lahir mahasiswa yang kreatif, inovatif dan dinamik. Peserta akan tidur di dalam khemah yang disediakan oleh pihak urusetia. Di antara aktiviti yang disajikan ialah pengisian rohani, perkhemahan, jungle tracking, night walk, latihan berkumpulan dan banyak lagi."

    Pastinya REAKSI pada kali ini lebih menarik kerana direncanakan akan diadakan di Teratak River View yang terletak jauh dari kesibukkan kota. Pemandangan yang indah, udara yang segar & air sungai yang jernih mengalir pasti menceriakan lagi peserta-peserta yang hadir.

    Mahasiswa yang berminat bolehlah mendaftar secara online di website rasmi HALUANSiswa (http://haluansiswa.haluan.org.my). Pendaftaran & lain-lain maklumat akan dipaparkan dari masa ke semasa. Untuk maklumat lanjut, sila hubungi Abu Ubaidah di talian 013-6244940 atau Sdr Muhsin Suhor di talian 013-3536713. Yuran program ialah RM40.00 seorang.

    HALUANSiswa adalah salah satu kelab di bawah HALUAN Malaysia. (http://www.haluan.org.my/)
    Read more...

    Tuesday, April 12, 2011

    0

    Hijrah Menara Gading 2011 - Pendaftaran di buka!

  • Tuesday, April 12, 2011
  • aburidhwan
  • haluansiswa.haluan.org.my
    Read more...

    Tuesday, March 8, 2011

    0

    Kepada pembaca yang dihormati.untuk paparan yang lebih besar dan jelas, sila layari link yang tertera dibawah:-




    Read more...

    Wednesday, March 2, 2011

    0

    "Biarkanlah ayah kalian!!"

  • Wednesday, March 2, 2011
  • cahaya_mutiara

  • Assalamualaikum wbt.. semoga berada dalam rahmat dan kasih sayang Allah.. didoakan kalian berada dalam keadaan sihat walafiat rohani dan jasmaninya untuk terus mengorak langkah mencipta sejarah dalam menyinari warna-warna tarbiah di bumi bertuah ini.. hari ini,pejam celik pejam celik,dah mencecah tanggal 27 rabiul awal,tidak kurang 3 hari lagi kita akan melangkah keluar dari bulan kelahiran dan kewafatan kekasih Allah yang terulung yang merupakan seorang rasul,pemimpin,suami,ayah,menantu dan banyak lagi peranan Baginda Muhammad SAW.. Rasul Tarbiah, Rasul dakwah ini kerjayanya lebih sibuk berganda-ganda dari seorang doktor,namun Rasullullah adalah uswatun hasanah(ikutan yang baik) dalam setiap peranannya..masyaAllah, amat hebatnya baginda. ada post kali ini.. ingin saya nukilkan satu sirah berkenaan seseorang yang bergelar ayah di zaman Rasulullah SAW.

    Seorang sahabat nabi yang tidak kurang hebatnya iaitu 'Amr bin Jamuh. Walaupun beliau dianugerahkan cacat anggota, beliau merupakan pemimpin Bani Salamah di Yatsrib di zaman jahiliah. Orangnya sangat pemurah dan memiliki sifat perikemanusiaan yang tinggi malah mempunyai akhlaq yang baik. Beliau bersemangat tinggi dalam mempertahankan Islam sehingga telah ditakdirkan gugur syahid dalam perang Uhud. Sebelum beliau memeluk islam, di rumahnya terdapat sebuah patung yang bernama 'Manat' menjadi pujaan dan sembahannya. Patung itu diperbuat dari kayu yang sangat indah dan mahal harganya, beliau sanggup mengeluarkan belanja yang mahal untuk menjaga patungnya. Setiap hari beliau akan membersihkan dan menyapu wangi-wangian pada patungnya.

    Ketika cahaya Islam berkembang di Yatsrib, isteri dan 3 anaknya lebih dulu memeluk Islam sedangkan ketika itu 'Amr masih tetap dalam keadaan kafir walaupun umurnya lebih dari 60 tahun. Tapi akhirnya 'Amr b Jamuh telah mendapat sinar hidayah dari Allah dan dia dapat merasakan betapa manisnya iman. Seluruh hidupnya, hartanya, anak-anaknya diserahkan untuk Islam..Alhamdulillah.
    Ketika nabi menyeru umat Islam untuk berjihad menhadapi orang kafir Quraisy dalam perang Uhud, beliau telah merelakan anak-anaknya pergi berjihad dalam peperangan tersebut.Melihat akan anak-anaknya yang begitu bersemangat menginginkan mati syahid dan memperolehi redha Allah, ini telah membakar semangat 'Amr bin Jamuh untuk bersama anak-anaknya dibawah pimpinan Rasullullah SAW.

    Pada mulanya anak-anak 'Amr bin Jamuh melarang beliau ikut serta dalam peperangan itu sebab Allah telah memberi kelonggaran baginya dari berjihad kerana beliau sudah uzur dan cacat tapi beliau tetap bertekad dan bersemangat untuk pergi berperang, lalu beliau pergi berjumpa Rasulullah mengadukan hal larangan anak-anaknya itu. "Wahai Rasulullah! Anak-anakku melarangku berbuat baik.Mereka keberatan melepaskanku turut berperang kerana aku sudah tua dan pincang.Demi Allah! Walaupun aku sudah tua dan pincang, aku penunggang kuda yang tangkas". Kemudian Rasulullah berkata kepada anak-anak 'Amr ""Biarkanlah ayah kalian!! Mudah mudah Allah memberinya rezeki syurga""

    Semasa perang Uhud sedang belaku, tentera muslimin manjadi kucar kacir, ramai yang meninggalkan Rasulullah lalu 'Amr bin Jamuh bersama seorang anaknya Khallad yang berada barisan hadapan tentera berkuda, berusaha bermati-matian membentengi Rasulullah dari serangan musuh. Ketika itu beliau jatuh terbanting dari kudanya namun dengan sepenuh tenaga beliau bangun menyerang dalam keadaan terpincang-pincang sambil berteriak "Saya tertarik kesyurga !!Saya tertarik kesyurga !!Saya tertarik kesyurga !!

    Akhirnya kedua-duanya tewas dimedan tempur sebagai syuhada'.Benarlah sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah, 'Amr telah mendapat syahid seperti yang diimpikan.
    Setelah selesai berperang, Rasulullah melihat sahabat-sahabat yang gugur syahid lalu berkata "Kuburkan mereka dengan pakaian mereka yang berlumuran darah.Saya menjadi saksi bagi mereka bahawa mereka syahid kerana Allah.Tidak seorang pun muslim yang terluka dalam perang fisabilillah melainkan darahnya mengalir dihari Kiamat menjadi za'faran dan baunya seperti kasturi.Kuburkan 'Amr bin Jamuh bersama Khallad anaknya dalam satu liang kerana keduanya saling mencintai dan berada dalam satu barisan dunia"

    Saya amat tertarik dengan sikap 'Amr b Jamuh, walaupun seorang yang pincang,tua, kurang upaya tapi bukan alasan untuk ikut serta membantu menegakkan Islam dan bagaimana hubungan kasih sayang dan kekeluargaan atas dasar iman antara 'Amr dan anak-anaknya tidak terputus sehingga membawa mereka kesyurga...

    wallahu'alam
    ~moga bermanfaat.
    Read more...

    Monday, February 21, 2011

    1

    Siapa Usamah b Zaid kontemporari?

  • Monday, February 21, 2011
  • cahaya_mutiara
  • assalamua'laikum..segala puji dan puja hanya untuk Allah.. sesungguhnya nikmat apa yang kita peroleh dan diperoleh seseorang diantara makhlukMU adalah dariMU, yang Esa dan tidak bersekutu, maka bagiMU segala puji dan syukur..
    pada post ini, hajat saya untuk kongsikan satu kisah sirah yang selalu dijadikan pedoman,dan pengajaran dan moga kita dapat mengimplementasikan sirah dalam kehidupan seharian kita..InsyaAllah..

    USAMAH B ZAID, ayahnya ialah Zaid b Harithah, iaitu anak angkat Rasulullah SAW.Beliau sebaya dengan cucu Rasulullah SAW iaitu Hassan.Bezanya beliau dengan Hassan ialah Hassan berkulit putih sedangkan Usamah berkulit hitam dan hidung beliau tidak mancung seperti ibunya yang berketurunan Habsyi. Walaubagaimanapun Rasulullah tidak membezakan kedua-duanya.Rasulullah selalu meriba mereka,jika seorang berada di atas paha kanan, seorang lagi akan berada di paha kiri Rasulullah SAW. Semasa remaja, Usamah menampakkan akhlak yang baik, cergas, jujur dan benci pada hal-hal yang keji.

    Semasa peperangan Uhud, Usamah dan beberapa sahabat yang muda ingin ikut berjihad bersama Rasulullah tetapi tidak dibenarkan oleh Rasulullah. Dalam keadaan yang teresak-esak mereka pulang ke rumah. Semasa peperangan Khandak pula, Usamah dan beberapa temannya datang menemui Rasulullah dengan berjalan secara tubuh ditegapkan agar Rasulullah mengizinkan mereka ikut berperang. Dengan perasaan yang hiba melihat telatah mereka, Rasulullah pun membenarkan.Ketika itu umurnya hanya 15tahun.

    Dalam peperangan Hunain, Usamah ialah antara sahabat utama yang bersama Rasulullah yang bermati-matian bertahan untuk kemenangan pihak Islam. Pada peperangan Mut'ah, Usamah bergempur di bawah panji-panji ayahnya. Ketika itu beliau berusia belum genap 18 tahun.Dalam peperangan ini beliau melihat bapanya gugur syahid di depan matanya. Namun kejadian ini tidak melemahkannya walau sedikit pun. Beliau terus bertempur di bawah panglima Jaafar b Abi Talib pula. Apabila Jaafar gugur syahid, beliau terus lagi bertempur di bawah pimpinan Abdullah Ibni Rawahah. Abdullah Ibni Rawahah akhirnya syahid juga dan Usamah terus bertempur dengan berani di bawah pimpinan Khalid Ibni Walid hingga tentera Islam beroleh kejayaan menentang tentera Roman. Pada ketika usianya belum mencecah 20tahun, Usamah telah diberi kepercayaan oleh Rasulullah untuk memimpin pasukan muslimin pula.Pasukan pimpinannya telah barjaya memasuki Balqa' dan benteng Darum di Palestin.Kejayaan ini meruntuhkan kehebatan dan kewibawaan tentera Roman. Penaklukan tersebut melicinkan jalan untuk menguasai daerah-daerah Syam, Mesir, dan Afrika Utara yang masih dalam kegelapan.

    MasyaAllah.. pada saya.. di sini Rasulullah SAW memberi contoh bahawa dalam masyarakat Islam, usia tidak menjadi kayu ukur atau 'benchmark' dalam memilih pemimpin.Sesiapa sahaja yang mempunyai kelayakan boleh dipilih.

    Justeru itu, marilah kita mencontohi Usamah b Zaid dengan melengkapkan diri dan meningkatkan kualiti diri masing-masing dalam usia yang masih muda ini. Moga kita dipelihara dari melakukan benda-benda yang tidak berfaedah serta berhibur hingga melalaikan. Sepertimana hadis Hasan diriwayatkan oleh Tirmizi dan lainnya:

    "Dari Abu Hurairah r.a katanya: Telah bersabda Rasulullah SAW, Daripada keelokan Islam seseorang ialah meninggalkan perkara yang tidak berguna kepadanya"

    moga bermanfaat..
    wallahua'lam..

    Read more...

    Friday, February 18, 2011

    1

    HALUANSiswa KELANTAN SEMAKIN PRO-AKTIF

  • Friday, February 18, 2011
  • rakaiz

  • KOTA BHARU,18 Feb – Kelab Siswa Haluan semakin hari makin bergerak kehadapan dalam melaksanakan tugas mendidik dan berbakti kepada masyarakat. Oleh itu, Kelab Siswa Haluan Kelantan telah merapatkan lagi barisan-barisan penggerak dengan menyusun beberapa strategi dalam rangka menyediakan wadah untuk bergerak bersama para mahasiswa di sini.

    Disini, wakil-wakil mahasiswa dari beberapa universiti dan kolej seluruh Kelantan telah berkumpul bagi mengemaskini gerak kerja supaya lebih tersusun pada masa akan datang. Suatu gelombang baru akan bergerak secara lebih konsisten dalam usaha memberi sinar kebaikan khususnya terhadap seluruh mahasiswa di Kelantan ini.

    Ustaz ‘Ali Irfan Jamaluddin telah diangkat sebagai penasihat Kelab Siswa Haluan Kelantan, manakala pengerusinya yang baru ialah saudara Syed Hasan Al-Haddad. Saudara Ahmad Faris Zakaria pula dilantik sebagai Naib Pengerusi 1 yang baru manakala Naib Pengerusi 2 pula adalah saudari Amirah Hasanah Bt Rusli.

    Dalam menghadapi cabaran-cabaran mendatang, barisan-barisan ini akan mengukuhkan pergerakan Kelab Siswa Haluan Kelantan ini dalam usaha mencapai objektif dan sasaran yang telah ditetapkan.

    Menurut pengerusi Kelab Siswa Haluan Kelantan, Syed Hassan Al-Haddad, sesuatu kerja kebajikan itu perlu dirangka dengan tersusun dalam usaha menangani cabaran-cabaran globalisasi pada hari ini kerana kejahatan yang tersusun itu akan dapat mengalahkan kebaikan yang tidak tersusun. Oleh itu, kami telah mengemaskan strategi-strategi dalam usaha memupuk kefahaman yang sebenar, khususnya terhadap mahasiswa di sini.

    Harapannya, Kelab Siswa Haluan Kelantan semakin pro-aktif dan menjadi wadah utama dalam gerak kerja mahasiswa di sini untuk memenuhi tuntutan kebajikan terhadap masyarakat. Program-program yang telah dilaksanakan akan ditingkat lagi mutunya dan penambahbaikan akan sentiasa dilakukan dari semasa ke semasa.

    Disediakan Oleh:

    Salman Bin Azmin

    setiausaha 2 Kelab Siswa Haluan Kelantan.

    Read more...

    Tuesday, February 1, 2011

    0

    Bersih dan Jernihkan Hati!

  • Tuesday, February 1, 2011
  • aburidhwan

  • Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

    Salam penuh penghormatan dan kemuliaan untuk kalian sidang pembaca yang budiman lagi dikasihi. Semoga Allah SWT merahmati perjalanan kehidupan kita semua.

    Berpagian dengan keimanan

    Syukur Alhamdulillah, ketika bangun dari tidur pagi ini saya benar-benar bertenaga dan begitu bersemangat. Bangun dengan hati yang senang, tenang dan girang. MasyaAllah. Seolah-olah ada suatu aura yang mengalir dalam jiwa dan hati saya. Begitu bermotivasi!

    Saya sentiasa teringat nasihat seorang ulama :

    “ Seorang mukmin yang bangun ketika azan Subuh berkumandang, ia adalah mukmin yang lalai dan lemah. Mukmin ia harus bangun dan persiapkan diri sebelum azan Subuh.”

    Apa maknanya?

    Inilah standard kehidupan mukmin. Ia berpagi-pagian dengan membersihkan diri dan hati dihadapan Allah SWT. MasyaAllah, apabila saya meneliti semula Sirah Rasulullah SAW – sememangnya- baginda Rasulullah SAW adalah seorang hamba Allah SWT yang sentiasa bangun awal di subuh hari dan memperuntukan waktu itu untuk bermunajat, berdoa dan menyendiri dengan Allah SWT.

    Inilah muqadimmah kepada awal himmah. Untuk sentiasa bersemangat dengan keimanan, jiwa yang bernyala-nyala dengan tekad serta keazamanan yang tinggi – kita harus mulakannya dengan HATI yang sentiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT.

    Himmah, ia bertapak dihati

    Seorang adik peserta kursus kendalian saya bertanya tentang himmah.

    “ Abang, saya ini tidak punyai keyakinan dan tiada semangat untuk meneruskan kehidupan ini,” Soalnya lemah.

    Saya menatap wajahnya. Kelihatan kelesuan, hilang daya diri dan benar-benar rendah keyakinan dirinya. Namun, terdapat sinar pengharapan yang menggunung di riak wajahnya itu. Saya memandangnya dengan penuh minat. Sambil tersenyum.

    “ Adik, untuk memulakan kehidupan yang bersemangat dan penuh keyakinan – adik perlu tahu kata kuncinya,” Jawab saya mudah.

    “ Apa dia, abang?,” Tanya dengan wajah yang berminat. Alhamdulillah.

    “ Bersih dan jernihkan hati!,” Kata saya sambil menyentuh dada saya.

    Kelihatan dahinya berkerut. Apa kaitannya?

    Seperti yang saya nyatakan sebelum ini, himmah adalah pekerjaan hati. Bermula di sinilah, kita akan mengerakan segala kemahuan, keinginan, kehendak dan cita-cita diri untuk melakukan sesuatu. HATI adalah kekuatan kehidupan. Tanpa hati, kita semua adalah MATI!

    Kita tanyakan sanubari dan hati kita masing-masing? Bagaimanakah keadaan hati kita semua? Bayangkan diminda kita keadaan hati kita ini.

    Sesi refleksi di Kursus JDK Zon Timur

    Ingin saya berkongsi dengan anda, suatu sesi refleksi yang saya lakukan semasa mengendalikan sebuah kursus di ILIM, Besut. Refleksi ini adalah mengenai hati.

    Malam itu, ia adalah malam yang tenang dan damai. Namun, hati saya sedikit terganggu dan tidak tenang. Entah mengapa ia berlaku sebegitu. Sebelum memulakan sesi ini, saya solat sunat 2 rakaat memohon bantuan dan pertolongan Allah SWT agar jiwa saya tenang dan tenteram.

    Alhamdulillah, saya dapat rasakan hembusan ketenangan daripada Allah SWT. Terasa kekuatan untuk mengendalikan kursus ini. Malam itu, saya berdiri dihadapan para peserta. Saya memandang tepat ke wajah dan mata-mata mereka. Saya melihat jauh di sudut pandangan mereka dengan pandangan keimanan dan kasih sayang.

    “ Adik-adik, pada malam ini marilah kita sama-sama melihat salah satu nikmat dan anugerah pemberian Allah SWT kepada kita.” Saya mulakan sesi pada malam itu.

    “ Marilah kita bayangkan keadaan hati kita. Hati yang asalnya bersih dan fitrah dengan putih ini harus disemak dan dinilai,”

    “ Kata Maimum bin mahran – seorang ulama yang soleh- jika kita melakukan suatu dosa maka akan terbentuk satu bintik hitam di hati kita. Jika kita bertaubat, maka akan terhapuslah bintik hitam itu. Namun, jika sebaliknya maka hati kita akan bertambah bintik-bintik hitamnya sehinggalah hati itu benar-benar menghitam. Dan sehingga ia menjadi kaku, keras dan terus mati.”

    Ketika itu, saya melihat dan membayangkan diri saya. Hati saya. Membayangkan dosa saya. Maksiat saya terhadap Allah SWT. Saya tersekat tanpa bicara.

    Saat itu, saya melihat mata adik-adik berkaca-kaca. Ada yang tertunduk hiba melihat hati mereka. Suasana sepi tanpa bicara.

    MasyaAllah, begitu lembut dan tulusnya hati mereka. – Malam itu, kami hiba mengenangkan hati sendiri. Hati yang akan menjadi modal utama untuk dipersembahkan dihadapan Allah SWT. Hati yang akan berbicara dihadapan Allah SWT tentang soal amal dan niat yang terjadi disepanjang sejarah kehidupan di dunia.

    Malam melihat diri dan sanubari

    “ Marilah kita tanya diri dengan jujur, ikhlas dan penuh ketulusan. Ia adalah hati yang kita miliki sementara untuk dijadikan peneman kehidupan. Bayangkan hati inilah yang kita bawa pulang dihadapan Allah SWT kelak. Apakah kita sanggup untuk menghadapinya?,”

    Hati – inilah rahsia kekuatan dan kelemahan manusia. Kerana hati, manusia mampu melakukan perkara-perkara serta pekerjaan yang luar biasa tanpa batas. Dan kerana hati jua, manusia jatuh ke lembah kehinaan dan kenestapaan.

    Perkongsian saya dalam post kali ini, agar kita memahami akar kepada kebangkitan semangat dan ruh himmah dalam diri kita. Ia harus kembali kepada basic dan asas. Ia adalah soal hati. Hati adalah tempat bertapaknya keimanan yang menjadi tunjang kepada ruh himmah.

    Firman Allah SWT yang bermaksud :

    “ Pada hari akhirat kelak, anak-anak tidak dapat memberikan apa-apa pertolongan, kecuali mereka yang datang dengan hati yang suci bersih.” [1]

    Penutup – Komentar seorang hamba

    1)- Teringat pesanan seorang Murabbi saya : “ Antara amalan yang paling baik untuk membersihkan diri ialah bangun awal dipagi hari melakukan solat sunat Tahajud di saat insan lain diulit mimpi indah.”

    2)- Hati yang kita hajati ialah hati yang putih, bersih, jernih, sensitif, lembut dan peka. Bermula dari hati sebeginilah, akan terbangunnya keimanan yang akan memacu kebangkitan ruh himmah.

    3)- Motivasi tarbawi seorang mukmin ialah Al-Quran, Zikrullah, Solat-solat sunnat dan amalan-amalan sunnah Rasulullah SAW. Jadi, usah tunggu lagi – ayuh kita bangkitkan rasa untuk memperhambakan diri hanyasanya kepada Allah SWT.

    [1] Surah as-Syu’ara 26 : 88-89

    Oleh: Ustaz Ali Irfan Jamaluddin (Pengerusi HALUANSiswa Kelantan)

    Read more...

    Thursday, December 16, 2010

    0

    Muhasabah Diri

  • Thursday, December 16, 2010
  • aburidhwan
  • Assalamualaikum,

    Pertama sekali saya ingin mengajak hati saya dan hati anda untuk sama-sama kita beristighfar kepada Rabb Yang Maha Mulia..Maha Pemurah kerana masih lagi memberikan kita peluang untuk hidup di atas muka bumi Allah ini...masih lagi mengurniakan kita kehidupan yang bahagia di samping keluarga,bergembira di samping sahabat handai.

    Selawat dan salam ke atas junjungan Rasulullah SAW kerana dgn titisan darah dan peluh bagindalah kita dapat hidup dalam keimanan kepada Allah SWT.Tanpa pengorbanan baginda kita tidak akan mengecapi 2 nikmat yang terbesar sekali iaitu nikmat iman dan nikmat Islam.

    Saya sering memujuk hati saya untuk selalu berfikir...bahawa selagi kita bernafas pada keesokan harinya..itu tandanya kita masih lagi diberi peluang oleh Allah S.W.T untuk bertaubat kepadaNya.Tetapi yang berlaku adalah sebaliknya.Apabila kita bangun sahaja,terus kita ingatkan bahawa kita punya masa lagi untuk berseronok...masih ada peluang lagi untuk kita terus melakukan dosa kepada Pencipta kita.Setiap hari kita bangun kita masih lagi lalai untuk menambahkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah S.W.T..Semakin lama kita diberi peluang semakin lama kita mencambahkan benih-benih dosa kita sendiri.


    Ya!inilah realitinya kita...apabila kita berhadapan dengan sahabat, adik-adik atau "junior" kita..apabila sahabat kita memberi kemaafan kepada sahabat yang lain kita menempelak dia..kita katakan "alaahh engkau nie...makin bertambahlah lemak budak tu...dia buat banyak salah kat engkau tapi engkau senang je nak maafkan dia"..atau pun mungkin kata-kata ini lahir dalam hati kita jika emak kita maafkan adik kita yang buat kesalahan.."alah ummi nie selalu jer bagi peluang kat adik..kalau macam nie tak berubahlah dia".Namun sedarkah kita bahawa kita juga mengalami situasi yang sama ketika berhadapan dengan dosa-dosa kita???walaupun dosa-dosa kita makin bertambah dari hari ke hari..tetapi Allah tetap memberikan kita peluang untuk bertaubat kepadaNya.Kita masih lagi di samping keluarga kita..masih lagi di samping ibu bapa kita yang sentisa mengambil tahu pasal kewangan kita,sahabat-sahabat yang masih lagi ber'sms" dengan kita..bertanyakan khabar,bertanyakan result kita..dan saya yakin sehingga hari ini kita masih lagi boleh tersenyum.


    Mari kita fikir sejenak......

    Tidakkah kita fikir bahawa apabila sahaja kita bangun kita tidak boleh membuka mata..dunia terasa seakan-akan tidak mahu lagi bertemu kita...sinar cahaya seakan-akan merajuk dengan kita yang tidak pernah mensyukuri manfaat yang diberikan olehnya.Ibu-bapa hanya mampu menangis kesedihan apabila menyedari keadaan kita..ahli keluarga tergamam kerana baru semalam sahaja kita bergurau bersama mereka.Sahabat-sahabat datang menziarahi kita..hanya mampu memegang tangan mengucup dahi dan pergi meninggalkan kita.Mereka hanya mampu menangis dan terus menangis.Tetapi adakah pada masa itu kita akan menjerit,menangis,melolong dan berbuat apa sahaja untuk menarik perhatian orang sekeliling kita untuk kembali mendapat kita.Kita mahu terus hidup bersama mereka...mahu meminta maaf kepada ibu bapa kerana sepanjang kita hidup tidak pernah kita memahami ibu bapa kita.Pada masa itu,menangislah air mata darah sekalipun kita tidak akan mengubah keadaan,menjeritlah sekuat hati kita pun ianya terus akan berjalan dan berjalan.


    Wahai saudaraku,
    Kita hanya ingin meminta kepada Allah untuk hidupkan kita kembali untuk kita sambahyang sunat 2 rakaat sahaja....hanya 2 rakaat tidak lebih.Tetapi Itu tidak mungkin terjadi kerana kita sudah tidak bernyawa lagi!!kita sudah tidak mampu lagi untuk mengangkat tangan kita yang selama ini kita berbangga dengannya.Kita tidak mampu lagi untuk menyikat rambut kita yang selama ini kita berbangga dengan ketampanan dan kecantikan kita.Kita tidak mampu lagi untuk mengangkat kaki kita yang selama ini kita berbangga dengan otot pejal kita bahkan kita tidak mampu lagi untuk bergerak bebas tubuh badan kita kerana kita sudah kaku.Pada saat itu hanya pada amalanlah kita bergantung sama ada kita bakal mendapat teman yang bercahaya mulia atau gelap hina di dalam kubur nanti.


    Wahai saudaraku,

    Selalu beringatlah dengan kata-kata ini "jika kita menangis banyak di dunia ini,kita akan tersenyum bahagia di akhirat sana,tetapi jika kita ketawa banyak di dunia ini maka kita akan menangis dengan penuh penyesalan di akhirat kelak"...insyaAllah saya menulis ini bukanlah bermakna saya yang sempurna..tetapi saya menulis ini adalah pertamanya untuk mengingatkan diri saya sekali.Kita dilahirkan tanpa seurat benang semua..tidak pernah ada bayi yang lahirnya dia terus lengkap berpakaian.Jadi kita semua serupa...tidak berhak untuk menentukan keimanan siapa yang lebih tinggi.Allah SWT sahaja yang layak untuk menilai kita.Harapan saya semoga kita semua beroleh manfaat dari kalam ini.

    InsyaAllah,sekian wassalam..

    Oleh: Salman Al Farisi (HALUANSiswa Kelantan)
    Read more...
    0

    Asas Hijrah Mentauhidkan Allah Secara Total

  • aburidhwan

  • 1431H melabuhkan tirai, 1432H mendepani kehidupan kita. Pelbagai ragam dan pengalaman kehidupan telah kita rakamkan. Semoga 1431H yang kita lalui memberikan kebaikan kepada kehidupan kita, dan alangkah malang kiranya ianya berlalu dengan kerugian. Firman Allah SWT.:

    “Sesungguhnya berjayalah orang yang menjadikan dirinya sentiasa bersih - bertambah-tambah bersih (dengan iman dan amal kebajikan), Dan sesungguhnya rugilah orang yang menjadikan dirinya (yang sedia bersih) dengan kekotoran (dosa dan maksiat).” (As-Syam:8-9)

    Memperingati Hijrah Rasul pasti tidak lengkap tanpa kita menelusuri pengorbanan Rasulullah SAW dan para sahabat RA dalam meneruskan misi rahmatan lil ‘alamin saat mereka melewati marhalah awal dakwah. Saban tahun tatkala kita melewati tahun hijrah, serah dan kisah mereka akan kita ulang dan hidangkan buat umat Islam hari ini. Apakah hidangan yang indah dan mulia ini mampu membangkitkan selera iman kita atau hati kita masih hambar dan tidak berselera untuk menjadikan ibrah hijrah mereka sebabagi momentum perubahan dalam kehidupan kita?

    Asas Hijrah Mentauhidkan Allah

    Hijrah Rasulullah SAW sarat dengan pelajaran buat kita semua. Allah SWT mengutuskan Rasulullah SAW adalah untuk menyerukan tauhid untuk menghidupkan kembali agama nabi Ibrahim AS. Baginda diperintahkan menyerukan seluruh umat manusia agar membebaskan diri dari segala bentuk penyembahan terhadap selain Allah SWT baik berupa manusia, benda, makhluk, ideologi mahupun berhala. Justeru mereka tidak menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu apa pun. Mereka tidak bertuhankan satu sama lain kecuali Allah SWT. inilah dakwah Rasulullah SAW dan inilah juga dakwah kita saat ini. Hijrah kita seharusnya semakin menepati kepada tugas asasi kita iaitu mendakwahi diri kita, ahli keluarga kita dan seluruh manusia kepada Allah SWT.

    Hijrah Rasulullah SAW sebelumnya bermula dengan siksaan dan penderitaan. Rasulullah SAW dan para sahabat RA yang bersama dengan baginda pada saat sebelum hijrah disiksa dan ditindas selama 13 tahun. Namun selama itu juga Rasulullah SAW tetap tidak menghentikan dakwahnya. Baginda masih terus berdakwah, baik secara sembunyi-sembunyi mahupun terang-terangan, baik ketika siang mahupun malam, terhadap penduduk Mekah dan kabilah-kabilah yang datang ke sana di musim haji.

    Persoalannya sudahkah kita memulai dakwah? Apakah kita termasuk dalam sunnah terbesar yang Rasulullah SAW tunjukan kepada kita, menjadi aktivis dakwah! Inilah kerja payah yang telah Rasulullah SAW jalankan saat sebelum hijrah, saat daulah Islam tidak berbina lagi. Hijrah kita akan lebih bermakna tatkala kita mendaftarkan diri sebagai aktivis dakwah, kerana inilah sebenarnya tugas asasi kita.

    Mencontohi Golongan Ansar

    Kejayaan hijrah Rasulullah SAW sebenarnya bermula sebelum baginda memulakan hijrahnya lagi. Saat baginda berhadapan dengan kesukaran dan tekanan, akhirnya Allah swt membuka jalan kemenangan buat Rasulullah SAW. Tahun demi tahun berlalu dan musim berganti, dakwah Rasulullah SAW semakin mengukuh di bumi. Allah SWT telah menyiapkan sekelompok pendukung baginda dari Yathrib yang kemudiannya dikenali dengan Madinah. Allah SWT telah melapangkan hati mereka untuk menerima Islam. Kelompok kecil ini kemudiannya menjadi barisan hadapan kaum muslimin di Yathrib. Mereka pulang mebawa cahaya baru, berita gembira dan peringatan. Mereka melebarkan sayap dakwah yang suci ini. Akhirnya pada musin haji yang berikutnya jumlah mereka yang datang ke Mekah semakin bertambah, iaitu 73 orang lelaki dan 2 orang perempuan. Mereka berjanji setia kepada Rasulullah SAW untuk melindungi Rasulullah SAW sebagaimana mereka melindungi keluarga mereka sendiri. Mereka bertanya:

    “Wahai Rasulullah, apa yang kami dapat apabila membaiatmu?”

    Baginda menjawab: “Syurga”.

    Mereka berkata: “Kami terima. Kami tidak akan menimbang-nimbang lagi. Kami sepakat.” Merekapun berbaiat untuk melindungi Allah dan Rasulnya.

    Subhanallah, generasi Ansar dari Yathrib mengajar kita untuk bersama-sama mempertahankan dakwah Rasulullah SAW. Orentasi mereka adalah janji Allah dan janji Rasul iaitu meraih syurga yang hakiki. Mereka tidak berlengah dan tidak memberi asalasan untuk bersama menyertai perjuangan Rasulullah SAW.

    Bagaimana dengan kita? Sudah berapa kali kita meraikan Ma’al Hijrah dan apakah komitmen kita terhadap dakwah dan Islam ini semakin kukuh atau sebaliknya? Kita boleh meletakkan apa sahaja slogan hijrah kita saban tahun, tetapi akar umbinya hijrah kita mestilah bersandarkan tauhid kepada Allah, mewarisi tugas dakwah sebagai tugas asasi kita dan mendaftatkan diri sebagai generasi ansar dalam mempertahankan Allah dan Rasul.

    Selamat Berhijrah!
    Read more...
    0

    Sudah Bersiap Untuk Kematian?

  • aburidhwan
  • Satu hari Fudhail bin Iyaadh duduk bersama seorang lelaki tua dan Fudhail bertanya kepadanya:

    “Berapakah umur anda?"

    Orang tua itu menjawab: “60 tahun.”

    Fudhail berkata: “Tidakkah anda sedar bahawa anda telah mengembara selama 60 tahun menuju Allah SWT dan sudah hampir tiba ke penghujung perjalanan”

    Lelaki tua itu termenung dan kelu. Kemudian dia berbisik kepada Fudhail: “Inna lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun” (Dari Allah kita datang dan kepada Allah kita kembali).

    Fudhail bertanya: “Adakah anda faham apa yang anda ucapkan. Anda berkata bahawa anda adalah hamba Allah dan anda akan kembali kepada-Nya. Barangsiapa yang memahami hakikat bahawa dia adalah hamba Allah dan dia akan kembali kepada-Nya, wajib sedar bahawa dia akan ditahan pada Hari Keadilan. Barangsiapa yang sedar bahawa dia akan ditahan dan disoal, dia wajib sedar bahawa dia akan diminta pertanggungjawabkan apa yang telah dia lakukan. Barangsiapa yang sedar bahawa dia diminta pertanggungjawabkan segala yang dilakukan semasa dia hidup, dia akan membuat persiapan mulai sekarang.”

    Lelaki tua itu bertanya: “Apa yang patut saya lakukan?”

    “Mudah saja”: Kata Fudhail, “Buatlah amal soleh dalam sisa-sisa usia yang masih ada. Allah SWT akan mengampuni anda. Jika tidak, anda akan dipertanggungjawabkan apa yang telah anda lakukan dan apa yang akan anda lakukan”

    Anak-anak yang dikasihi. Dialog ringkas yang tarbawi ini memberikan kita pedoman mengenai satu hakikat bahawa kita diciptakan oleh Allah SWT untuk kematian. Sejak hari kelahiran kita lagi kita adalah dalam perjalanan untuk bertemu dengan Allah SWT melalui pintu kematian.

    Marilah kita melalui permusafiran kita menuju Allah SWT dengan menyemak diri kita dan mulakan proses melakukan sebanyak mungkin amal soleh dan terus menerus bertaubat dan meninggalkan terus aktiviti-aktiviti dosa dan yang menyebabkan kemurkaaan Allah SWT.

    Oleh: Hj Rosdi Baharom - Penasihat HALUANSiswa Kelantan

    Read more...

    Sunday, December 12, 2010

    0

    Of Talking and Acting

  • Sunday, December 12, 2010
  • aburidhwan
  • One of the most influential words that once shook my heart up until now is a hadeeth by the Prophet saw;

    "When
    any one of you sees anything that is disapproved (of by Allah), let him
    change it with his hand. If he is not able to do so, then let him
    change it with his tongue. And if he is not able to do so, then let him
    change it with his heart, though that is the weakest (kind of) faith."
    (Narrated by Muslim)


    So
    powerful this hadeeth was, it made me tremble of fear. Fearful of my
    undone duties. Fearful of my long neglected faith. I realized then, I
    was simply satisfied of having the weakest kind of faith. I felt enough
    by just loathing and leaving a disapproving stare.

    The
    hadeeth opened my eyes wide. Really wide. I've been idling for too
    long, feeling enough of something that thin. Something which I am so
    sure will take me nowhere. Yet I just let it be.

    And
    then I made the decision. I HAVE TO SPEAK UP. I have to carry this duty
    with me. I have to see the efforts of enjoining ma'ruf and prohibiting
    munkar as a profession.

    "We are du'ats, before other things"


    I have to make myself learned, for I must know what I have to say, how should I say it and why should I say it.
    Bit by bit, I built my confidence. Praise upon God, He made my path vast and clear.
    I
    had the opportunity to mix and mingle with all kinds of people, of
    different gender, age group, job and status, even nationalities.
    When I speak, people listen.
    When I am around, people start behaving.
    When people have queries, they consulted me.
    Now, how comforting is that for a self-confessed daie?

    Alhamdulillah. Allah has shown me the way. He awakened me, and showed me the way.
    But Allah reminded me of something. Something that I regretfully had not been fulfilling with my best.


    O believers! Why do you say what you never do? It is most odious in Allah's sight that you should say that which you do not do. (As Saff : 2-3)



    O Allah, forgive me and those who walk in the same path.
    If it is our unparallel words and acts that brings your wrath, forgive us ya Allah.
    If
    it is our unparallel words and acts that make people blinded of your
    light, forgive us ya Allah. If it is our unparallel words and acts that
    makes people sick of listening to your words, forgive us ya Allah!


    Brothers and sisters, let us all ask ourselves, have we made our words real? If we have, how far?
    How far have we made our acts a vivid reflection of our words?


    We talk about sincerity and truthfulness. Have we been sincere and true to ourselves?
    We talk about time and its value. We quoted from Sura al-Asr. Have our acts really show that we treasure the value of time?
    We talk about togetherness and ukhwah. We proudly said, "Mu'mins are brothers". Have
    we treated the people around us as brothers? Or do we just show our
    loves on those close to us..those who share the same fikrah?


    O
    Allah, help me in fulfilling my words. I have spoken too much, yet
    acted too little. Help me be prepared, O God, for I know every word I
    say, is my accountability.


    "Those who remember Allah while standing,
    sitting and lying down, and reflect on the creation of the heavens and the

    earth, (saying): Our Lord! Surely, You have not created all these in vain.

    Glory be to You! Save us from the chastisement of the Fire"

    (Ali Imran : 191)

    Read more...

    Mars HALUAN


    MusicPlaylistRingtones
    Create a playlist at MixPod.com

    Subscribe